TERASPOS.COM, JAKARTA – Harga emas dunia mengalami tekanan pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Pergerakan logam mulia tersebut menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul kekhawatiran mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan penguatan dolar AS.

Berdasarkan data pasar spot yang dipantau melalui Kitco, harga emas berada di kisaran US$4.195,90 per troy ounce pada pembaruan pukul 00.25 waktu New York. Harga tersebut terkoreksi US$88,30 atau sekitar 2,06 persen pada sesi perdagangan yang tercatat.

Pergerakan harga emas juga menunjukkan volatilitas. Data pasar XAU/USD mencatat harga berada di sekitar US$4.196,63 per ounce pada pembaruan perdagangan 28 September 2026, dengan perubahan harian negatif.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar emas masih menghadapi tekanan setelah sebelumnya bergerak dalam rentang harga yang tinggi.

Mengapa Harga Emas Dunia Turun?

Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan emas adalah ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Ketika suku bunga berada pada tingkat tinggi, aset yang memberikan imbal hasil seperti obligasi dapat menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat sebagian investor terhadap logam mulia.

Selain itu, penguatan dolar AS juga dapat memberikan tekanan terhadap harga emas. Sebab, emas diperdagangkan menggunakan dolar sehingga perubahan nilai mata uang tersebut turut memengaruhi daya beli investor dari negara lain.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa ekspektasi kebijakan moneter ketat dan penguatan dolar menjadi faktor yang menekan harga emas dalam perdagangan pekan lalu.

Harga Emas Masih Dipengaruhi Ketidakpastian Global

Meski mengalami koreksi, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang diperhatikan investor ketika menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Perubahan situasi politik internasional, inflasi, kebijakan bank sentral, serta pergerakan pasar keuangan dapat memengaruhi permintaan terhadap emas.

Namun, status emas sebagai aset lindung nilai tidak berarti harganya selalu naik ketika terjadi ketidakpastian. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan likuiditas dan perubahan ekspektasi suku bunga juga dapat mendorong investor menjual emas.

Karena itu, pergerakan harga emas perlu dilihat melalui kombinasi faktor ekonomi dan kondisi pasar global.

Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Emas di Indonesia?

Harga emas dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas dunia, tetapi juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketika harga emas internasional turun, pelemahan rupiah dapat mengurangi dampak penurunan tersebut terhadap harga emas dalam rupiah.

Sebaliknya, apabila harga emas dunia dan nilai tukar rupiah sama-sama mengalami penurunan atau penguatan dalam arah tertentu, perubahan harga domestik dapat menjadi berbeda dari pergerakan pasar internasional.

Harga emas Antam, perhiasan, maupun produk emas lainnya juga dapat memiliki perbedaan karena biaya produksi, pajak, margin penjualan, kadar, serta kebijakan masing-masing penyedia.

Dengan demikian, harga spot dunia tidak dapat langsung disamakan dengan harga jual emas di toko atau gerai resmi Indonesia.

Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga emas dalam perdagangan berikutnya meliputi:

  1. Arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
  2. Pergerakan indeks dolar AS.
  3. Data inflasi dan kondisi perekonomian Amerika Serikat.
  4. Perkembangan geopolitik internasional.
  5. Permintaan emas dari bank sentral dan investor.
  6. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Perubahan faktor-faktor tersebut dapat memicu kenaikan maupun penurunan harga emas dalam jangka pendek.

Harga Emas Dunia Masih Berpotensi Berfluktuasi

Koreksi harga pada 28 September 2026 menunjukkan bahwa pasar emas masih bergerak dinamis. Investor dan masyarakat yang mengikuti perkembangan logam mulia perlu memperhatikan pembaruan harga serta sumber data yang digunakan.

Bagi masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas, penting untuk membandingkan harga jual, harga buyback, selisih harga, dan biaya transaksi sebelum mengambil keputusan.

Informasi harga emas merupakan referensi pasar dan bukan jaminan keuntungan investasi.